Senin, 28 Mei 2012

Contoh Kasus Akuntansi Manajemen



Contoh Kasus Data Ganjil :

Tabel : Volume Penjualan Barang “X” (dalam 000 unit) Tahun 1995 sampai dengan 2003
Tahun
Penjualan (Y)
X
XY
X2
1995
200
- 4
- 800
16
1996
245
- 3
- 735
9
1997
240
- 2
- 480
4
1998
275
- 1
- 275
1
1999
285
0
0
0
2000
300
1
300
1
2001
290
2
580
4
2002
315
3
945
9
2003
310
4
1.240
16
Jumlah
2.460

775
60

Untuk mencari nilai a dan b adalah sebagai berikut :
a= 2.460 / 9 = 273,33 dan b = 775 / 60 = 12,92
Persamaan garis liniernya adalah : Y = 273,33 + 12,92 X.
Dengan menggunakan persamaan tersebut, dapat diramalkan penjualan pada tahun 2010 adalah : Y = 273,33 + 12,92 (untuk tahun 2010 nilai X adalah 11), sehingga : Y = 273,33 + 142,12 = 415,45 artinya penjualan barang “X” pada tahun 2010 diperkirakan sebesar 415.450 unit

Contoh Kasus Data Genap :

Tabel : Volume Penjualan Barang “X” (dalam 000 unit) Tahun 1995 sampai dengan 2002

Tahun
Penjualan (Y)
X
XY
X2
1995
200
- 7
- 1.400
49
1996
245
- 5
- 1.225
25
1997
240
- 3
- 720
9
1998
275
- 1
- 275
1
1999
285
1
285
1
2000
300
3
900
9
2001
290
5
1.450
25
2002
315
7
2.205
49
Jumlah
2.150

1.220
168

Untuk mencari nilai a dan b adalah sebagai berikut :
a = 2.150 / 8 = 268,75 dan b = 1.220 / 168 = 7,26
Persamaan garis liniernya adalah : Y = 268,75 + 7,26 X. Berdasarkan persamaan tersebut untuk meramalkan penjualan pada tahun 2008 adalah : Y = 268,75 + 7,26 (untuk tahun 2008 nilai X adalah 19), sehingga : Y = 268,75 + 137,94 = 406,69 artinya penjualan barang “X” pada tahun 2008 diperkirakan sebesar 406,69 atau 406.690 unit.
elain dengan menggunakan metode tersebut di atas, juga dapat dipakai dengan metode sebagai berikut :

Tabel : Volume Penjualan Barang “X” (dalam 000 unit) Tahun 1995 sampai dengan 2002
Tahun
Penjualan (Y)
X
XY
X2
1995
200
- 3 1/2
- 700
12,25
1996
245
- 2 ½
- 612,5
6,25
1997
240
- 1 ½
- 360
2,25
1998
275
- ½
- 137,5
0,25
1999
285
½
142,5
0,25
2000
300
1 ½
450
2,25
2001
290
2 ½
725
6,25
2002
315
3 ½
1102,5
12,25
Jumlah
2.150

610,0
42,00

Untuk mencari nilai a dan b adalah sebagai berikut :
a = 2.150 / 8 = 268,75 dan b = 610 / 42 = 14,52
Persamaan garis liniernya adalah : Y = 268,75 + 14,52 X. Berdasarkan persamaan tersebut untuk meramalkan penjualan pada tahun 2008 adalah : Y= 268,75 + 14,52 (untuk tahun 2008 nilai X adalah 9½), sehingga : Y = 268,75 + 137,94 = 406,69 artinya penjualan barang “X” pada tahun 2008 diperkirakan sebesar 406.690 unit.


Analisis Regresi Sederhana
Contoh :
Berdasarkan hasil pengambilan sampel secara acak tentang pengaruh lamanya belajar (X) terhadap nilai ujian (Y) adalah sebagai berikut :
(nilai ujian)
X (lama belajar)
X 2
XY
40
4
16
160
60
6
36
360
50
7
49
350
70
10
100
700
90
13
169
1.170
ΣY = 310
ΣX = 40
ΣX2 = 370
ΣXY = 2.740
Dengan menggunakan rumus di atas, nilai a dan b akan diperoleh sebagai berikut :
a = [(ΣY . ΣX2) – (ΣX . ΣXY)] / [(N . ΣX2) – (ΣX)2]
a = [(310 . 370) – (40 . 2.740)] / [(5 . 370) – 402] = 20,4

b = [N(
ΣXY) – (ΣX . ΣY)] / [(N . ΣX2) – (ΣX)2]
b = [(5 . 2.740) – (40 . 310] / [(5 . 370) – 402] = 5,4

Sehingga persamaan regresi sederhana adalah Y = 20,4 + 5,2 X
Berdasarkan hasil penghitungan dan persamaan regresi sederhana tersebut di atas, maka dapat diketahui bahwa : 1) Lamanya belajar mempunyai pengaruh positif (koefisien regresi (b) = 5,2) terhadap nilai ujian, artinya jika semakin lama dalam belajar maka akan semakin baik atau tinggi nilai ujiannya; 2) Nilai konstanta adalah sebesar 20,4, artinya jika tidak belajar atau lama belajar sama dengan nol, maka nilai ujian adalah sebesar 20,4 dengan asumsi variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi dianggap tetap.

Analisis Korelasi
Contoh :
Sampel yang diambil secara acak dari 5 mahasiswa, didapat data nilai Statistik dan Matematika sebagai berikut :
Sampel
X (statistik)
Y (matematika)
XY
X2
Y2
1
2
3
6
4
9
2
5
4
20
25
16
3
3
4
12
9
16
4
7
8
56
49
64
5
8
9
72
64
81
Jumlah
25
28
166
151
186
r = [(N . ΣXY) – (ΣX . ΣY)] / √{[(N . ΣX2) – (ΣX)2] . [(N . ΣY2) – (ΣY)2]}
r = [(5 . 166) – (25 . 28) / √{[(5 . 151) – (25)2] . [(5 . 186) – (28)2]} = 0,94

Nilai koefisien korelasi sebesar 0,94 atau 94 % menggambarkan bahwa antara nilai statistik dan matematika mempunyai hubungan positif dan hubungannya erat, yaitu jika mahasiswa mempunyai nilai statistiknya baik maka nilai matematikanya juga akan baik dan sebaliknya jika nilai statistik jelek maka nilai matematikanya juga jelek.

Tugas Akuntansi Manajemen



SOAL LATIHAN AKUNTANSI MANAJEMEN
DIKERJAKAN DAN DIKUMPULKAN



Pahami dengan baik maksud soal sebelum saudara menjawab soal berikut.

PT. Setiarasa Sumberpangan adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan emping jagung (corn flake) untuk pangsa ekspor. Berikut adalah data penjualan (dalam pak):

Tahun
Penjualan
2002
2.000
2003
2.500
2004
3.000
2005
3.750
2006
4.300
2007
4.600
2008
5.000

Soal 1:
Ramalkan penjualan emping jagung untuk tahun 2010 dengan metode yang saudara kuasai.

Pangsa pasar emping jagung adalah Malaysia dan Singapura dengan komposisi penjualan 60% pangsa pasar Malaysia dijual dengan nama merek Kriux dan 40% Singapura dijual dengan nama merek Krezz. Harga jual emping jagung (dalam rupiah)  di Malaysia Rp. 10.000 per pak dan di Singapura Rp. 11.000. Perusahaan akan menyusun anggaran penjualan per triwulan, dengan asumsi penjualan per triwulan sama (apabila terdapat selisih penjualan, akan dialokasikan di triwulan terakhir).

Soal 2 :
Susunlah anggaran penjualan emping jagung tahun 2010 per triwulan  .
§     Mahasiswa/Mahasiswi dengan nomer induk angka terakhir genap untuk pangsa pasar Malaysia
§     Mahasiswa/Mahasiswi dengan nomer induk angka terakhir ganjil  untuk pangsa pasar Singapura.
Bahan baku pembuatan emping jagung adalah jagung pipilan kering varietas mutiara  yang diperoleh dari pemasok. Untuk mengantisipasi keterlambatan pengiriman barang, perusahaan mencatat persediaan barang jadi  awal 150 pak dan persediaan akhir 200 pak. (persediaan untuk seluruh pasar, Malaysia dan Singapura)

Soal 3: Susunlah anggaran produksi  emping jagung tahun 2010 per triwulan.
§     Mahasiswa/Mahasiswi dengan nomer induk angka terakhir genap produksi pasar Malaysia.
§     Mahasiswa/Mahasiswi dengan nomer induk angka terakhir ganjil produksi pasar Singapura.


Untuk membuat 1 pak emping jagung dibutuhkan bahan baku utama jagung pipilan sebanyak 0.75 kilogram dan minyak goreng 0.5 liter. Bahan-bahan lain yang ditambahkan adalah bubuk bawang putih, perasa/seasoning dan garam. Jagung pipilan diperoleh dari pemasok dengan harga Rp. 2.250 per kg.  Perusahaan memiliki catatan persediaan bahan baku awal jagung pipilan 300 kg dan akhir 400 kg. Minyak goreng per liter Rp. 5.000 Persediaan awal minyak goreng 100 liter dan akhir 150 liter. (persediaan untuk seluruh pasar, Malaysia dan Singapura)


Soal 4 : Susunlah anggaran pembelian dan biaya pembelian bahan baku tahun 2010 per triwulan.
§     Mahasiswa/Mahasiswi dengan nomer induk angka terakhir genap untuk pangsa pasar Malaysia.
§     Mahasiswa/Mahasiswi dengan nomer induk angka terakhir ganjil  untuk pangsa pasar Singapura.


Untuk membuat satu pak emping jagung membutuhkan waktu 2.5 jam dan biaya per jam adalah Rp. 2.500.

Soal 5 : Susunlah anggaran jam tenaga kerja langsung dan biaya jam tenaga kerja langsung tahun 2010 per triwulan.
§     Mahasiswa/Mahasiswi dengan nomer induk angka terakhir genap untuk pangsa pasar Malaysia.
§     Mahasiswa/Mahasiswi dengan nomer induk angka terakhir ganjil  untuk pangsa pasar Singapura.


            Bahan pembantu yang digunakan untuk membuat satu pak emping jagung adalah 0,05 kilogram (sudah dicampur jadi satu; bubuk bawang putih, perasa dan garam). Total harga bahan pembantu per kilogram adalah Rp. 20.000. Tenaga kerja tidak langsung dianggap tetap sebesar Rp. 2.500.000 berapapun unit yang diproduksi. Biaya listrik pabrik sebesar Rp. 13.000.000.  Depresiasi peralatan pabrik Rp. 4.000.000.

Soal 6 : Susunlah anggaran biaya overhead pabrik tahun 2010.
§     Mahasiswa/Mahasiswi dengan nomer induk angka terakhir genap untuk pangsa pasar Malaysia.
§     Mahasiswa/Mahasiswi dengan nomer induk angka terakhir ganjil  untuk pangsa pasar Singapura.





SELAMAT MENGERJAKAN


Jumat, 25 Mei 2012

Bahasa Indonesia-Penulisan Makalah yang Baik


PENULISAN
MAKALAH ILMIAH
oleh
Drs. Bambang Hartono, M.Hum.
Staf Pengajar Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, UNNES Semarang
Materi Sajian
1)      Hakikat makalah
2)      Isi dan sistematika
3)      Langkah penulisan maKALAH
A.      HAKIKAT  MAKALAH
Tulisan resmi tentang suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum dalam suatu persidangan dan yang sering disusun untuk diterbitkan.
Karya tulis pelajar atau mahasiswa sebagai laporan hasil   pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan tinggi.
Ciri Pokok
       Objektif, yaitu sesuai keadaan yang sebenarnya, tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi.
       Tidak memihak, yaitu paparan yang disajikan tidak mendukung atau mengarah ke pada suatu pihak tertentu.  
       Berdasarkan fakta, yaitu berpedoman pada fakta yang ada, tanpa menambah ataupun menguranginya.
       Sistematis, yaitu disusun sesuai urutan.
       Logis, yaitu sesuai dengan kenyataan dan dapat diterima penalaran.
Jenis Makalah
       Makalah deduktif  merupakan makalah yang penulisannya didasarkan pada kajian teoretis (pustaka) yang relevan dengan masalah yang dibahas.
       Makalah induktif merupakan makalah yang penulisannya didasarkan pada data empiris yang diperoleh dari lapangan yang relevan dengan masalah yang dibahasas.
       Makalah campuran merupakan makalah yang penulisannya didasarkan pada kajian teoretis digabungkan dengan data empiris yang relevan dengan masalah yang dibahas.
Jenis makalah pertama (makalah deduktif) merupakan jenis makalah yang paling banyak digunakan.
B.      ISI DAN SISTEMATIKA MAKALAH
C.      Bagian Awal
D.      Halaman Sampul
E.       Daftar Isi
F.       Daftar Tabel dan Gambar (jika ada)
G.     Bagian Inti
H.      Pendahuluan
I.           Latar Belakang Penulisan Makalah
J.           Masalah atau Topik Bahasan
K.         Tujuan Penulisan Makalah
L.       Teks Utama/Isi/Pembahasan
M.    Penutup
N.     Bagian Akhir
O.     Daftar Rujukan/Pustaka
P.      Lampiran (jika ada)
Halaman Sampul
Hal-hal yang harus ada pada bagian sampul, yaitu 1) judul makalah, 2) keperluan atau maksud ditulisnya makalah, 3) nama penulis makalah, dan 4) tempat serta waktu penulisan makalah
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SMK YANG INTERAKTIF


MAKALAH
disampaikan pada Workshop Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
untuk Guru-guru SMK Kota Semarang di Universitas Stikubank Jl. Kendeng Semarang
 Tanggal 23 Juli 2010


 oleh
Drs. Bambang Hartono, M.Hum.



DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG
JULI,  2010

Daftar Isi
ü  Penulisan daftar isi dipandang perlu dilakukan jika panjang makalah lebih dari 15 halaman.
ü  Penulisan daftar isi dilakukan dengan ketentuan: bagian makalah yang merupakan subjudul ditulis dengan menggunakan huruf kecil (kecuali awal kata selain kata tugas ditulis dengan huruf besar/kapital), penulisan subjudul dan sub-sub judul yang dilengkapi dengan nomor halaman tempat pemuatannya dalam makalah.
                                                       DAFTAR ISI
                                                                                                              Halaman
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………....     i                                                     
DAFTAR TABEL DAN GAMBAR ..……………………………………………     ii

I. PENDAHULUAN ………………………………………………………………..    1
A. Latar Belakang Penulisan Makalah ……………………………………..     1
B. Masalah atau Topik Bahasan ……………………………………………….    3
C. Tujuan Penulisan Makalah …………………………………………………..    4    
II. MODEL-MODEL  PEMBELAJARANBAHASA DAN SASTRA
     INDONESIA DI SMK YANG INTERAKTIF……………………………….   5
     A. Model Diskusi Klinis ………………………………………………..……………  7
     B. Model Diskusi Interaktif ………………………………………………………. 10
     C. Model Debat Interaktif  ………………………………………………………..  12
     D. Model Narasumber dan Presenter ……………………………………….  15

III. PENUTUP ……………………………………………………………….…........  17

DAFTAR RUJUKAN/PUSTAKA ………………………………………………...  19
LAMPIRAN …………………………………………………………………………….. 20

DAFTAR TABEL DAN GAMBAR
       Penulisan daftar tabel dan gambar dilakukan dengan cara identitas tabel dan gambar (yang berupa nomor dan nama) dituliskan secara lengkap.
       Jika tabel dan gambar lebih dari satu buah, sebaiknya penulisan daftar tabel dan gambar dilakukan secara terpisah, tetapi jika dalam makalah hanya terdapat sebuah tabel atau gambar, sebaiknya penulisan daftar tabel dan gambar dilakukan secara terpisah.
                                                 DAFTAR TABEL
                                                                                                   Halaman
1.1 Sintaks Model Diskusi Klinis ……………………………………………….   8
1.2 Sintaks Model Diskusi Interaktif …………………………………………. 11
1.3 Sintaks Model Debat Interaktif  ………………………………………….  13
      1.4 Sintaks Model Narasumber dan Presenter …………..……………..  17

Isi Bagian Inti
       Bagian inti terdiri atas tiga unsur pokok, yaitu pendahuluan, teks utama (pembahasan topik-topik), dan penutup.
       Bagian ini dapat ditulis dengan berbagai cara, di antaranya:
a. Penulisan dengan menggunakan angka (romawi dan atau arab). Perhatikan contoh berikut.
               
          I.  PENDAHULUAN  .………………………………………………………..    1
     1.1  Latar Belakang Penulisan Makalah …………………………………………….     1
     1.2  Masalah atau Topik Bahasan ……………………………………………………..    3
     1.3  Tujuan Penulisan Makalah …………………………………………………………     4
         II.  MODEL-MODEL  PEMBELAJARANBAHASA DAN SASTRA
               INDONESIA DI SMK YANG INTERAKTIF ………………………..   5
    2.1 Model Diskusi Klinis ……………………………………………………………………..   7
    2.2 Model Diskusi Interaktif ……………………………………………………………….   10
    2.3 Model Debat Interaktif  ………………………………………………………………..  12
   2.4 Model Narasumber dan Presenter ………………………………………………...  15
   Dst.
Lanjutan ….
c. Penulisan dengan menggunakan angka romawi yang dikombinasikan dengan abjad (huruf latin).
            I. PENDAHULUAN ……………………………………………………      1
                A. Latar Belakang Penulisan Makalah ……………………….     1
                B. Masalah atau Topik Bahasan ………………………………..    3
                C. Tujuan Penulisan Makalah ……………………………………     4
            II. MODEL-MODEL  PEMBELAJARANBAHASA DAN SASTRA
                 INDONESIA DI SMK YANG INTERAKTIF …………………….  5
                 A. Model Diskusi Klinis ……………………………………………….. 7
                 B. Model Diskusi Interaktif …………………………………………. 10
                 C. Model Debat Interaktif  ………………………………………….  12
                 D. Model Narasumber dan Presenter ………………………..  15
     Dst.
Lanjutan ….
d. Penulisan tanpa menggunakan angka maupun abjad.
    PENDAHULUAN ………………………………………………....     1
    Latar Belakang Penulisan Makalah …………………………    1
    Masalah atau Topik Bahasan ………………………………....    3
    Tujuan Penulisan Makalah ………………………………….…     4

    MODEL-MODEL  PEMBELAJARANBAHASA DAN SASTRA
    INDONESIA DI SMK YANG INTERAKTIF ………………….   5
    Model Diskusi Klinis …………………………………………………  7
    Model Diskusi Interaktif ……………………………………….…. 10
    Model Debat Interaktif  …………………………………………..  12
    Model Narasumber dan Presenter ………………………….  15
    Dst.

Pendahuluan
Bagian pendahuluan berisi penjelasan tentang latar belakang penulisan makalah, masalah atau topik bahasan beserta batasannya, dan tujuan penulisan makalah.
Penulisan bagian pendahuluan dapat dilakukan dengan dua cara:
  1. Setiap unsur dari bagian pendahuluan ditonjolkan dan dituliskan sebagai subbagian.
  2. Semua unsur yang terdapat dalam bagian pendahu-luan tidak dituliskan sebagai subbagian sehingga tidak dijumpai adanya sub-subbagian dalam bagian pendahuluan. Untuk menandai pergantian unsur cukup dilakukan dengan pergantian paragraf.

Latar Belakang
       Butir-butir yang seharusnya ada adalah hal-hal yang melandasi perlunya ditulis makalah, yaitu  hal-hal yang berupa paparan teoretis maupun paparan yang bersifat praktis (empiris). Bagian ini harus dapat mengantarkan pembaca pada masalah atau topik yang dibahas dalam  makalah dan menunjukkan bahwa masalah atau topik tersebut memang perlu dibahas.
       Penulisannya dapat dilakukan dengan berbagai cara:
  1. Dimulai dengan sesuatu yang diketahui bersama (pengetahuan umum) atau teori yang relevan dengan masalah atau topik yang akan ditulis, selanjutnya  diikuti dengan paparan yang menunjukkan bahwa tidak selamanya hal tersebut dapat terjadi.
  2. Dimulai dengan suatu pertanyaan teoretis yang diperkirakan dapat mengantarkan pembaca pada masalah atau topik yang akan dibahas dalam makalah.
  3. Dimulai dengan sebuah kutipan dari orang tekenal, ungkapan atau slogan, selanjutnya dihubungkan atau ditunjukkan relevansinya dengan masalah atau topik yang akan dibahas dalam makalah.

Masalah atau Topik Pembahasan
       Masalah atau topik bahasan yang dimaksud adalah apa yang akan dibahas dalam makalah.
       Contoh topik/judul: Sebab-sebab dan Jenis Korupsi Pejabat Publik
Rumusan Masalah Berupa Kalimat Tanya
Rumusan Masalah Berupa Jabaran Topik Bahasan
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, di rumuskan masalah makalah ini sebagai berikut.
  1. Apa sajakah yang menyebabkan munculnya korupsi pada pejabat publik?
  2. Apa sajakah jenis-jenis korupsi yang dilakukan  pejabat publik?
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, masalah yang dipaparkan pada makalah ini (1) sebab-sebab munculnya korupsi pada pejabat publik dan (2) jenis-jenis korupsi yang dilakukan  pejabat publik.

Tujuan Penulisan Makalah
       Perumusan tujuan  penulisan makalah yang dimaksudkan bukan untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh seseorang dan yang sejenis dengan itu, tetapi lebih mengarah pada apa yang ingin dicapai  dengan penulisan makalah tersebut.
       Contoh topik/judul: Sebab-sebab dan Jenis Korupsi Pejabat Publik
Rumusan Masalah Berupa Kalimat Tanya
Rumusan Masalah Berupa Jabaran Topik Bahasan
Berdasarkan masalah di atas, dirumuskan tujuan makalah ini sebagai berikut.
  1. Menjelaskan sebab-sebab munculnya korupsi pada pejabat publik.
  2. Menjelaskan jenis-jenis korupsi yang dilakukan  pejabat publik.
Berdasarkan masalah di atas, tujuan  yang dipaparkan pada makalah ini (1) sebab-sebab munculnya korupsi pada pejabat publik dan (2) jenis-jenis korupsi yang dilakukan  pejabat publik.

Teks Utama
       Bagian teks utama makalah berisi pembahasan topik-topik makalah. Isi bagian teks utama sangat bervariasi, tergantung topik yang dibahas dalam makalah.
        Beberapa teknik perangkaian bahan untuk membahas topik beserta subtopiknya:
  1. Mulailah dari ide/hal yang bersifat sederhana/khusus menuju hal yang bersifat kompleks/umum, atau sebaliknya.
  2. Gunakan teknik metaphor, kiasan, perumpamaan, penganalogian, dan perbandingan.
  3. Gunakan teknik diagram dan klasifikasi
  4. Gunakan teknik pemberian contoh.
Contoh Teks Utama
       Contoh topik/judul: Sebab-sebab dan Jenis Korupsi Pejabat Publik
       Jabaran yang semestinya hadir di teks utama:
B. Isi/Pembahasan (Sebabh-sebab dan Jenis-jenis Korupsi Pejabat Publik)
    1. Hakikat Korupsi Pejabat Publik
         a. Pengertian Korupsi
         b. Korupsi Pejabat Publik
    2. Sebab-sebab Korupsi Pejabat Publik
         a. Keluarga
         b. Gaya Hidup
         c. Mitra Kerja
    3.  Jenis-jenis Korupsi Pejabat Publik
         a. Penggelembungan Anggran
         b. Pengurangan Kualitas Pekerjaan
         c. Pengurangan Kuantitas Pekerjaan
         d. Suap
         e. Hadiah
          f. Dll.
Penutup

Simpulan
Saran
.Berdasarkan paparan di atas, dirumuskan simpulan makalah ini  (1) sebab-sebab yang memunculkan korupsi pada pejabat publik, yaitu (a) keluarga, (b) gaya  hidup, dan (c)     mitra kerja dan (2) jenis-jenis korupsi pejabat publik, yaitu (a) penggelembungan anggran, (b) pengurangan kualitas pekerjaan,  (c)  pengurangan kuantitas pekerjaan, (d) suap, dan (e) hadiah.
         
Saran yang dapaat diberikan beradsarkan simpulan di atas, yaitu 1) perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap pejabat publik dan 2) perlu audit objektif semua pelaksanaan anggaran pemerintah.
       Bagian akhir makalah berisi daftar rujukan (atau orang sering menyebut daftar pustaka) dan lampiran-lampiran (jika ada).
       Penulisan daftar rujukan atau daftar pustaka dapat dilakukan dengan berbagai cara. Biasanya penulisan rujukan mengikuti gaya selingkung lembaga atau penerbitan. Akan tetapi, ada aturan yang disepakai oleh kalangan akademik secara internasional.
       Penulisan lampiran berisi hal-hal yang bersifat pelengkap yang dimanfaatkan dalam proses penulisan makalah.

C.PROSES PENULISAN MAKALAH

Persiapan-- > Pematangan à Pelaksanaan  -->    Akhir
Persiapan       : Topik, pembatasan tujuan, bahan,  kerangka karangan
Pematanagan: Judul pemiliham dan pematangan bahan
Pelaksanaan   : Penyusunan paragraf dan kalimat, diksi, dan teknik
Akhir               : Perbaikan buram pertama dan pembacaan ulang
Contoh Judul
       Meningkatkan Keterampilan Mengetik dengan Komputer Menggunakan Sistem 10 Jari Siswa Kelas XI Administrasi Perkantoran SMK X
       Keterampilan Mengetik dengan Komputer Menggunakan Sistem 10 Jari Siswa Kelas XI Administrasi Perkantoran SMK X
       Keterampilan Mengetik dengan Komputer Menggunakan Sistem 10 Jari
       Mengetik dengan Komputer Menggunakan Sistem 10 Jari
       dapat meningkatkan keterampilan  Mengetik Siswa
       Konsep Memahami Jenis Karangan Deskripsi
       Teknik Memahami Karangan Deskripsi
Lanjutan
       Membaca Intensif dapat Meningkatkan Kemampuan Menentukan Gagasan Utama
       Peningkatan Kemampuan Menentukan gagasan Utama dengan Membaca Intensif


Back
to top