Senin, 28 Mei 2012

Contoh Kasus Akuntansi Manajemen



Contoh Kasus Data Ganjil :

Tabel : Volume Penjualan Barang “X” (dalam 000 unit) Tahun 1995 sampai dengan 2003
Tahun
Penjualan (Y)
X
XY
X2
1995
200
- 4
- 800
16
1996
245
- 3
- 735
9
1997
240
- 2
- 480
4
1998
275
- 1
- 275
1
1999
285
0
0
0
2000
300
1
300
1
2001
290
2
580
4
2002
315
3
945
9
2003
310
4
1.240
16
Jumlah
2.460

775
60

Untuk mencari nilai a dan b adalah sebagai berikut :
a= 2.460 / 9 = 273,33 dan b = 775 / 60 = 12,92
Persamaan garis liniernya adalah : Y = 273,33 + 12,92 X.
Dengan menggunakan persamaan tersebut, dapat diramalkan penjualan pada tahun 2010 adalah : Y = 273,33 + 12,92 (untuk tahun 2010 nilai X adalah 11), sehingga : Y = 273,33 + 142,12 = 415,45 artinya penjualan barang “X” pada tahun 2010 diperkirakan sebesar 415.450 unit

Contoh Kasus Data Genap :

Tabel : Volume Penjualan Barang “X” (dalam 000 unit) Tahun 1995 sampai dengan 2002

Tahun
Penjualan (Y)
X
XY
X2
1995
200
- 7
- 1.400
49
1996
245
- 5
- 1.225
25
1997
240
- 3
- 720
9
1998
275
- 1
- 275
1
1999
285
1
285
1
2000
300
3
900
9
2001
290
5
1.450
25
2002
315
7
2.205
49
Jumlah
2.150

1.220
168

Untuk mencari nilai a dan b adalah sebagai berikut :
a = 2.150 / 8 = 268,75 dan b = 1.220 / 168 = 7,26
Persamaan garis liniernya adalah : Y = 268,75 + 7,26 X. Berdasarkan persamaan tersebut untuk meramalkan penjualan pada tahun 2008 adalah : Y = 268,75 + 7,26 (untuk tahun 2008 nilai X adalah 19), sehingga : Y = 268,75 + 137,94 = 406,69 artinya penjualan barang “X” pada tahun 2008 diperkirakan sebesar 406,69 atau 406.690 unit.
elain dengan menggunakan metode tersebut di atas, juga dapat dipakai dengan metode sebagai berikut :

Tabel : Volume Penjualan Barang “X” (dalam 000 unit) Tahun 1995 sampai dengan 2002
Tahun
Penjualan (Y)
X
XY
X2
1995
200
- 3 1/2
- 700
12,25
1996
245
- 2 ½
- 612,5
6,25
1997
240
- 1 ½
- 360
2,25
1998
275
- ½
- 137,5
0,25
1999
285
½
142,5
0,25
2000
300
1 ½
450
2,25
2001
290
2 ½
725
6,25
2002
315
3 ½
1102,5
12,25
Jumlah
2.150

610,0
42,00

Untuk mencari nilai a dan b adalah sebagai berikut :
a = 2.150 / 8 = 268,75 dan b = 610 / 42 = 14,52
Persamaan garis liniernya adalah : Y = 268,75 + 14,52 X. Berdasarkan persamaan tersebut untuk meramalkan penjualan pada tahun 2008 adalah : Y= 268,75 + 14,52 (untuk tahun 2008 nilai X adalah 9½), sehingga : Y = 268,75 + 137,94 = 406,69 artinya penjualan barang “X” pada tahun 2008 diperkirakan sebesar 406.690 unit.


Analisis Regresi Sederhana
Contoh :
Berdasarkan hasil pengambilan sampel secara acak tentang pengaruh lamanya belajar (X) terhadap nilai ujian (Y) adalah sebagai berikut :
(nilai ujian)
X (lama belajar)
X 2
XY
40
4
16
160
60
6
36
360
50
7
49
350
70
10
100
700
90
13
169
1.170
ΣY = 310
ΣX = 40
ΣX2 = 370
ΣXY = 2.740
Dengan menggunakan rumus di atas, nilai a dan b akan diperoleh sebagai berikut :
a = [(ΣY . ΣX2) – (ΣX . ΣXY)] / [(N . ΣX2) – (ΣX)2]
a = [(310 . 370) – (40 . 2.740)] / [(5 . 370) – 402] = 20,4

b = [N(
ΣXY) – (ΣX . ΣY)] / [(N . ΣX2) – (ΣX)2]
b = [(5 . 2.740) – (40 . 310] / [(5 . 370) – 402] = 5,4

Sehingga persamaan regresi sederhana adalah Y = 20,4 + 5,2 X
Berdasarkan hasil penghitungan dan persamaan regresi sederhana tersebut di atas, maka dapat diketahui bahwa : 1) Lamanya belajar mempunyai pengaruh positif (koefisien regresi (b) = 5,2) terhadap nilai ujian, artinya jika semakin lama dalam belajar maka akan semakin baik atau tinggi nilai ujiannya; 2) Nilai konstanta adalah sebesar 20,4, artinya jika tidak belajar atau lama belajar sama dengan nol, maka nilai ujian adalah sebesar 20,4 dengan asumsi variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi dianggap tetap.

Analisis Korelasi
Contoh :
Sampel yang diambil secara acak dari 5 mahasiswa, didapat data nilai Statistik dan Matematika sebagai berikut :
Sampel
X (statistik)
Y (matematika)
XY
X2
Y2
1
2
3
6
4
9
2
5
4
20
25
16
3
3
4
12
9
16
4
7
8
56
49
64
5
8
9
72
64
81
Jumlah
25
28
166
151
186
r = [(N . ΣXY) – (ΣX . ΣY)] / √{[(N . ΣX2) – (ΣX)2] . [(N . ΣY2) – (ΣY)2]}
r = [(5 . 166) – (25 . 28) / √{[(5 . 151) – (25)2] . [(5 . 186) – (28)2]} = 0,94

Nilai koefisien korelasi sebesar 0,94 atau 94 % menggambarkan bahwa antara nilai statistik dan matematika mempunyai hubungan positif dan hubungannya erat, yaitu jika mahasiswa mempunyai nilai statistiknya baik maka nilai matematikanya juga akan baik dan sebaliknya jika nilai statistik jelek maka nilai matematikanya juga jelek.

Tugas Akuntansi Manajemen



SOAL LATIHAN AKUNTANSI MANAJEMEN
DIKERJAKAN DAN DIKUMPULKAN



Pahami dengan baik maksud soal sebelum saudara menjawab soal berikut.

PT. Setiarasa Sumberpangan adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan emping jagung (corn flake) untuk pangsa ekspor. Berikut adalah data penjualan (dalam pak):

Tahun
Penjualan
2002
2.000
2003
2.500
2004
3.000
2005
3.750
2006
4.300
2007
4.600
2008
5.000

Soal 1:
Ramalkan penjualan emping jagung untuk tahun 2010 dengan metode yang saudara kuasai.

Pangsa pasar emping jagung adalah Malaysia dan Singapura dengan komposisi penjualan 60% pangsa pasar Malaysia dijual dengan nama merek Kriux dan 40% Singapura dijual dengan nama merek Krezz. Harga jual emping jagung (dalam rupiah)  di Malaysia Rp. 10.000 per pak dan di Singapura Rp. 11.000. Perusahaan akan menyusun anggaran penjualan per triwulan, dengan asumsi penjualan per triwulan sama (apabila terdapat selisih penjualan, akan dialokasikan di triwulan terakhir).

Soal 2 :
Susunlah anggaran penjualan emping jagung tahun 2010 per triwulan  .
§     Mahasiswa/Mahasiswi dengan nomer induk angka terakhir genap untuk pangsa pasar Malaysia
§     Mahasiswa/Mahasiswi dengan nomer induk angka terakhir ganjil  untuk pangsa pasar Singapura.
Bahan baku pembuatan emping jagung adalah jagung pipilan kering varietas mutiara  yang diperoleh dari pemasok. Untuk mengantisipasi keterlambatan pengiriman barang, perusahaan mencatat persediaan barang jadi  awal 150 pak dan persediaan akhir 200 pak. (persediaan untuk seluruh pasar, Malaysia dan Singapura)

Soal 3: Susunlah anggaran produksi  emping jagung tahun 2010 per triwulan.
§     Mahasiswa/Mahasiswi dengan nomer induk angka terakhir genap produksi pasar Malaysia.
§     Mahasiswa/Mahasiswi dengan nomer induk angka terakhir ganjil produksi pasar Singapura.


Untuk membuat 1 pak emping jagung dibutuhkan bahan baku utama jagung pipilan sebanyak 0.75 kilogram dan minyak goreng 0.5 liter. Bahan-bahan lain yang ditambahkan adalah bubuk bawang putih, perasa/seasoning dan garam. Jagung pipilan diperoleh dari pemasok dengan harga Rp. 2.250 per kg.  Perusahaan memiliki catatan persediaan bahan baku awal jagung pipilan 300 kg dan akhir 400 kg. Minyak goreng per liter Rp. 5.000 Persediaan awal minyak goreng 100 liter dan akhir 150 liter. (persediaan untuk seluruh pasar, Malaysia dan Singapura)


Soal 4 : Susunlah anggaran pembelian dan biaya pembelian bahan baku tahun 2010 per triwulan.
§     Mahasiswa/Mahasiswi dengan nomer induk angka terakhir genap untuk pangsa pasar Malaysia.
§     Mahasiswa/Mahasiswi dengan nomer induk angka terakhir ganjil  untuk pangsa pasar Singapura.


Untuk membuat satu pak emping jagung membutuhkan waktu 2.5 jam dan biaya per jam adalah Rp. 2.500.

Soal 5 : Susunlah anggaran jam tenaga kerja langsung dan biaya jam tenaga kerja langsung tahun 2010 per triwulan.
§     Mahasiswa/Mahasiswi dengan nomer induk angka terakhir genap untuk pangsa pasar Malaysia.
§     Mahasiswa/Mahasiswi dengan nomer induk angka terakhir ganjil  untuk pangsa pasar Singapura.


            Bahan pembantu yang digunakan untuk membuat satu pak emping jagung adalah 0,05 kilogram (sudah dicampur jadi satu; bubuk bawang putih, perasa dan garam). Total harga bahan pembantu per kilogram adalah Rp. 20.000. Tenaga kerja tidak langsung dianggap tetap sebesar Rp. 2.500.000 berapapun unit yang diproduksi. Biaya listrik pabrik sebesar Rp. 13.000.000.  Depresiasi peralatan pabrik Rp. 4.000.000.

Soal 6 : Susunlah anggaran biaya overhead pabrik tahun 2010.
§     Mahasiswa/Mahasiswi dengan nomer induk angka terakhir genap untuk pangsa pasar Malaysia.
§     Mahasiswa/Mahasiswi dengan nomer induk angka terakhir ganjil  untuk pangsa pasar Singapura.





SELAMAT MENGERJAKAN


Back
to top