Kamis, 12 April 2012

BAB I AKUNTANSI MANAJEMEN – SUATU PERSPEKTIF


BAB I
AKUNTANSI MANAJEMEN – SUATU PERSPEKTIF


A.     Pendahuluan
Akuntansi Manajemen berkaitan dengan penyediaan informasi kepada manajer, yaitu pihak didalam perusahaan yang bertanggungjawab  dalam mencapai tujuan perusahaan. Karena berorientasi kepada manajer, maka setiap mengkaji Akuntansi Manajemen harus memahami terlebih dahulu proses-proses yang berkaitan Akuntansi (pencatatan dan pelaporan transaksi-transaksi berdasarkan kaidah akuntansi -ayat jurnal, posting, penyajian rugi laba dan neraca, serta rekonsiliasi- dan dasar-dasar pengklasifikasian biaya) dan proses-proses manajemen didalam organisasi.
Bab ini  membahas secara singkat kebutuhan manajer akan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dalam pemahaman karakteristik organisasi dan proses manajemen untuk mencapai tujuan perusahaan. Perbedaan Akuntansi Manajemen dengan Akuntansi Keuangan. Perspektif Historis dari Akuntansi Manajemen, Tema Baru dalam Akuntansi Manajemen, Peranan Akuntan Manajemen, Akuntansi Manajemen dan Perilaku Etis.



B.     Sistem Informasi Akuntansi Manajemen
Tujuan : Mahasiswa mampu menjelaskan tentang kebutuhan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen.
            Sistem Informasi Akuntansi Manajemen (Management Accounting Information System) adalah sistem informasi yang menghasilkan keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan khusus manajemen. Model operasional dari Sistem Informasi Akuntansi Manajemen diilustrasikan dibawah ini :

Figur 1.1
 Model Operasional Sistem Informasi Akuntansi Manajemen

Economic events:
Penjualan
Produksi


Pengumpulan
Pengukuran
Penyimpanan
Analisis
Pelaporan
Pengelolaan

Laporan khusus
Harga pokok produk
Biaya pelanggan
Anggaran
Laporan kinerja





Masukan
(input)
Proses
(process)
Keluaran
(output)






Pengguna


(Sumber: Hansen & Mowen, Akuntansi Manajemen, buku 1, hal 4)

            Sistem Informasi Akuntansi Manajemen tidak terikat oleh kriteria formal yang menjelaskan sifat masukan atau proses bahkan keluarannya. Kriteria tersebut fleksibel dan berdasarkan tujuan yang akan dicapai oleh perusahaan melalui upaya manajer. Sistem Informasi Akuntansi Manajemen memiliki tiga tujuan yaitu :
1.                   Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perhitungan harga pokok jasa, produk dan tujuan lain yang diinginkan perusahaan. (Normatif: tujuan perusahaan adalah memperoleh laba)
2.                  Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian dan perbaikan berkelanjutan.
3.                  Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
Tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer perlu memiliki akses dan pemahaman atas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. Karena informasi tersebut akan membantu manajer untuk mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah dan mengevaluasinya dalam rangka memastikan pencapaian tujuan perusahaan. Dengan demikian Sistem Informasi Akuntansi Manajemen akan dibutuhkan dalam setiap lingkup proses manajemen : Planning, Organizing, Actuating dan Controlling.  Selain itu, kebutuhan akan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen ini dipergunakan disemua perusahaan baik yang bergerak di industri manufaktur, dagang atau jasa.

C.     Proses Manajemen
Tujuan : Mahasiswa mampu menjelaskan tentang proses manajemen.
            Proses manajemen (management process) didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh manajer dalam menjalankan perusahaan untuk mencapai tujuan. Pada umumnya meliputi 4 kegiatan :
1.                   Perencanaan (planning). Merupakan formulasi terinci dari kegiatan untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu. Merupakan awal dari upaya pencapaian tujuan manajemen.
2.                  Pengorganisasian dan Pengarahan (organizing). Setelah rencana disusun, manajemen harus melakukan upaya pengorganisasian dan pengarahan supaya apa yang direncanakan dilakukan secara tepat.
3.                  Pengendalian (controlling). Pelaksanaan rencana dalam setiap tahap kegiatan harus selalu diawasi untuk memastikan bahwa rencana berjalan sebagaimana seharusnya. Pada tahap pengendalian ini apabila perlu dapat dilakukan tindakan korektif.
4.                 Pengambilan keputusan (decision making). Merupakan satu moment dimana manajemen harus memilih dari beberapa alternativ. Keputusan yang diambil dapat ditingkatkan kualitasnya jika manajemen memiliki informasi-informasi yang relevan untuk mengambil keputusan.
(Sumber: Hansen & Mowen, Akuntansi Manajemen, buku 1, hal. 8)
D.      Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan
Tujuan : Mahasiswa mampu menjelaskan tentang perbedaan dan persamaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan.
            Didalam satu perusahaan akan memiliki dua subsistem utama yaitu : sistem Akuntansi Manajemen dan sistem Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Information System) (Sistem Informasi Akuntansi merupakan subsistem dari Sistem Informasi Manajemen perusahaan secara keseluruhan). Kedua sub sistem tersebut berbeda tujuannya, sifat masukannya dan jenis proses yang diperlukan untuk mengubah masukan menjadi keluaran.
            Sistem Informasi Akuntansi Keuangan berhubungan terutama dengan penyediaan keluaran bagi pengguna eksternal. Sistem tersebut menggunakan kegiatan ekonomi sebagai masukan dan memprosesnya sampai memenuhi aturan dan ketentuan tertentu. (di Indonesia : Standar Akuntansi Keuangan) Tujuannya adalah untuk menyusun laporan eksternal (laporan keuangan) bagi investor, kreditor, lembaga pemerintah dan pengguna eksternal lainnya.
            Sistem akuntansi manajemen menghasilkan informasi untuk pengguna internal, seperti manajer, CEO (Chief Executive Officer). Secara spesifik akuntansi manajemen mengidentifikasi, mengumpulkan, mengukur, mengklasifikasi dan melaporkan informasi yang bermanfaat bagi pengguna internal untuk merencanakan, mengendalikan dan membuat keputusan untuk mencapai tujuan perusahaan.
            Perbedaan secara keseluruhan mengenai akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen dapat dilihat pada tampilan dibawah ini :

Figur 1.2
Perbedaan antara akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan

Akuntansi Manajemen

Akuntansi Keuangan
1.        Fokus internal
2.       Tidak mengikuti aturan
3.       Informasi keuangan dan non keuangan : informasi dapat bersifat subyektif.
4.      Penekanan pada masa yang akan datang.
5.       Evaluasi dan keputusan internal didasarkan atas informasi yang terinci.
6.       Sangat luas dan multidisiplin.

1.        Fokus eksternal
2.       Mengikuti aturan dari pihak tertentu
3.       Informasi keuangan bersifat obyektif.
4.      Berorientasi historis
5.       Informasi mengenai perusahaan secara keseluruhan.
6.       Lebih independen.

(Sumber: Hansen & Mowen, Akuntansi Manajemen,  buku 1, hal 9)

E.      Perspektif Historis Akuntansi Manajemen
Tujuan : Mahasiswa mampu memahami sejarah Akuntansi Manajemen.
            Akuntansi manajemen berdasarkan kalkulasi biaya produk (product costing) mulai diperkenalkan pada abad ke-19. Perkembangan periode pertama dimulai pada periode 1880 sampai dengan 1925, dengan penekanan pada kalkulasi biaya produk manajerial-menelusuri profitabilitas perusahaan kemasing-masing produk dan menggunakan informasi ini untuk mengambil keputusan strategis. Periode berikutnya bergeser pada pendekatan kalkulasi biaya persediaan-pembebanan biaya manufaktur ke produk sehingga biaya persediaan dapat dilaporkan kepada pengguna eksternal laporan keuangan perusahaan.
            Beberapa usaha untuk meningkatkan kegunaan manajerial dari sistem biaya konvensional dilakukan pada 1950-an dan 1960-an. Pengguna mendiskusikan kelemahan informasi yang disediakan oleh sistem yang dirancang untuk menyusun laporan keuangan. Semua usaha tersebut terpusat pada pemberian informasi akuntansi keuangan yang lebih berguna bagi penggunanya daripada pembuatan seperangkat informasi dan prosedur baru yang terpisah dari sistem pelaporan eksternal.
            Pada tahun 1990-an banyak ditemukan bahwa praktek-praktek Akuntansi Manajemen tradisional sudah tidak mampu lagi melayani kebutuhan manajerial. Beberapa pihak menyatakan bahwa sistem akuntansi manajemen yang ada sudah usang dan kurang tepat untuk kondisi sekarang. Kalkulasi biaya produk yang lebih akurat, lebih berguna dan yang menjelaskan secara rinci penggunaan masukan, dibutuhkan untuk memungkinkan manajer meningkatkan mutu, produktifitas dan mengurangi biaya. Sebagai tanggapan terhadap kelemahan sistem akuntansi manajemen tradisional, berbagai usaha dilakukan untuk mengembangkan sistem akuntansi manajemen yang baru – yang dapat memenuhi kebutuhan lingkungan ekonomi dewasa ini.

F.      Tema-Tema Baru dalam Akuntansi Manajemen.
Tujuan : Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai tema baru akuntansi manajemen yang mengemuka.
            Lingkungan ekonomi yang dihadapi perusahaan dewasa ini telah menuntut adanya pengembangan terhadap praktek-praktek akuntansi manajemen yang inovatif dan relevan. Perubahan ini menciptakan lingkungan baru pada akuntansi manjemen-setidaknya untuk beberapa organisasi. Adapun faktor kunci perubahan tersebut adalah :
1.                Orientasi kepada pelanggan.
2.               Perspektif lintas fungsional.
3.               Persaingan global.
4.              Manajemen mutu total (Total Quality Management).
5.               Waktu sebagai unsur kompetitif.
6.               Kemajuan teknologi informasi. Dll.

G.      Peranan Akuntan Manajemen
Tujuan : mahasiswa memahami peranan akuntan manajemen dalam suatu organisasi.
            Peranan akuntan manajemen dalam suatu organisasi merupakan peran pembantu, karena mereka membantu orang-orang yang bertanggung jawab melaksanakan tujuan dasar organisasi. Posisi yang bertanggung jawab langsung pada tujuan dasar organisasi disebut sebagai posisi lini (line position). Posisi yang mendukung tetapi tidak bertanggung jawab langsung terhadap tujuan dasar organisasi disebut posisi staf (staff  position).
            Akuntan manajemen meskipun hanya mendapat peran pembantu akan menyiapkan diri dengan wawasan global, paham dan tanggap terhadap perubahan lingkungan, cerdas dan kritis sehingga dengan demikian mereka akan dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mencapai tujuan organisasi.

H.      Akuntansi Manajemen dan Perilaku Etis
Tujuan : Mahasiswa memahami dengan baik pentingnya perilaku etis bagi akuntan manajemen.
            Perilaku etis (ethical behavior) melibatkan tindakan-tindakan yang “benar” dan “sesuai’ serta “tepat”. Hal yang sama akan berlaku umum, termasuk ketika para akuntan manajemen dihadapkan pada berbagai kondisi riil pada saat akan mengambil keputusan. Sementara disisi lain semua praktek akuntansi manajemen dikembangkan untuk membantu manajer dalam memaksimumkan laba. Secara tradisional kinerja perusahaan akan menjadi suatu pertimbangan. Namun para manajer dan akuntan manajemen seharusnya bisa membangun keyakinan bahwa satu-satunya tujuan bisnis adalah memaksimumkan kekayaan secara “bersih”. Sehingga diperlukan pembatasan bahwa untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan melalui cara-cara yang “sah” dan “etis”.
            Pemikiran  hal tersebut diwujudkan dalam beberapa nilai inti (core value), yang bilamana diterapkan akan memberikan hal-hal yang positif untuk pencapaian tujuan organisasi dan keberlanjutan kehidupan organisasi di masa yang akan datang. Nilai-nilai tersebut adalah :
1.                Kejujuran
2.               Integritas
3.               Memegang janji
4.              Kesetiaan
5.               Keadilan
6.               Kepedulian terhadap sesama
7.               Penghargaan kepada orang lain
8.               Kewarganegaraan yang bertanggungjawab
9.              Pencapaian kesempurnaan
10.           Akuntabilitas
            Organisasi pada umumnya akan menetapkan standar perilaku untuk manajer dan pekerjaannya. Biasanya  mengacu pada core value diatas, dimana para manajer atau akuntan manajemen akan diupayakan untuk mematuhi standar perilaku yang dibuat. Hal yang dimungkinkan adalah meminimalkan bagaimana manajer dan akuntan manajemen melakukan perilaku yang tidak sesuai standar melalui aplikasi standar perilaku tersebut.
           

I.      Soal Latihan
Tujuan : mahasiswa mampu menjawab dan menyelesaikan soal-soal latihan yang terkait dengan materi pada bab ini.
1.                   Apa yang dimaksud dengan sistem informasi akuntansi manajemen ?
2.                  Gambarkan dan berikan penjelasan masukan, proses dan keluaran pada sistem informasi akuntansi.
3.                  Apa tujuan sistem informasi akuntansi manajemen?
4.                 Jenis perusahaan apa saja yang membutuhkan sistem informasi akuntansi manajemen?
5.                  Jelaskan mengapa perusahaan tersebut memerlukan sistem informasi akuntansi manajemen.
6.                  Bagaimana jika sistem informasi akuntansi manajemen didalam perusahaan tersebut kurang tertata? Apakah akan mempengaruhi pencapaian tujuan perusahaan ? Mengapa ? Jelaskan!
7.                  Jelaskan persamaan akuntansi manajemen dengan akuntansi keuangan.
8.                  Berikan pendapat kenapa akuntansi manajemen dikatakan fokus kepada penyediaan informasi untuk pihak internal.
9.                 Berikan contoh kegiatan di perusahaan yang mendasari pernyataan, bahwa akuntansi manajemen cenderung menyediakan penyediaan informasi untuk kegiatan yang akan datang.
10.              Apakah yang dimaksud dengan perilaku etis? Mungkinkah mengajarkan perilaku etis pada mata kuliah Akuntansi Manajemen?
11.               Perusahaan dengan standar etika yang lebih tinggi akan menghasilkan kinerja ekonomi yang lebih baik daripada perusahaan dengan standar etika yang lebih rendah atau kurang. Setujukah anda dengan pernyataan tersebut? Jelaskan jawaban anda.
12.              Apakah anda percaya bahwa kode etik akuntansi manajemen akan memberikan pengaruh terhadap perilaku etis dari seorang akuntan manajemen? Jelaskan jawaban anda.
13.               Bagaimana pendapat anda mengenai fenomena beberapa pelaksana akuntansi manajemen bertindak kurang etis dalam melaksanakan tugas?
14.              Berikan penilaian dan komentar anda untuk masing-masing pernyataan berikut yang muncul di kolom editorial surat kabar:
§ Mahasiswa sekolah bisnis yang berasal dari berbagai segmen masyarakat, apabila belum diajarkan mengenai etika oleh keluarganya, ketika sekolah dasar dan menengah, maka sekolah bisnis hanya  memberikan sedikit saja pengaruh.
§ Perusahaan dan individu yang berperilaku tidak etis, seperti bisnis penjualan ganja dan senjata, pada akhirnya akan tersingkir secara keuangan.

BAB 4 MATERI AKUNTANSI MANAJEMEN


KALKULASI BIAYA PESANAN



A.        Pendahuluan
Perusahaan tetap memperhatikan total biaya dan unit karena sejumlah alasan, termasuk pembuatan laporan keuangan, penentuan profitabilitas dan pengambilan keputusan -misal tentang keputusan harga-. Perusahaan manufaktur atau jasa dibagi menjadi dua jenis, tergantung apakah produk atau jasa mereka unik atau tidak. Sehingga fokus pembahasan pada bab ini adalah mengkalkulasi biaya pesanan baik pada perusahaan manufaktur atau jasa.

B.                 Produksi dan Kalkulasi Biaya Pesanan
Tujuan : Mahasiswa mampu mengidentifikasi perbedaan antara kalkulasi biaya pesanan dan biaya proses.
            Perusahaan yang beroperasi dalam industri berdasarkan pesanan menghasilkan variasi produk atau jasa yang luas. Misalnya perusahaan di industri percetakan, salon kecantikan, furniture dll. Dukungan kemajuan teknologi memungkinkan perusahaan memproduksi lebih banyak produk pesanan khusus. Pada sistem produksi pesanan, biaya diakumulasi oleh pekerjaan. Pendekatan pembebanan biaya ini disebut sistem kalkulasi biaya pesanan (job order cost system).
            Secara umum karakteristik kalkulasi biaya pesanan adalah sebagai berikut :
1.                   Variasi perbedaan produk atau jasa yang dihasilkan luas.
2.                  Biaya diakumulasi berdasarkan pekerjaan.
3.                  Biaya per unit dihitung melalui pembagian total biaya pekerjaan dengan unit yang diproduksi.
            Untuk mengkalkulasi biaya pesanan digunakan pendekatan tradisional, dimana biaya produksi terdiri dari bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan overhead. Overhead dibebankan dengan menggunakan pendekatan aktivitas atau pendekatan tradisional, tergantung pada kebutuhan akurasi kalkulasi biaya produk yang berlaku  pada perusahaan berdasarkan pesanan tertentu.
            Biaya per unit dari suatu pekerjaan adalah total biaya bahan baku yang digunakan, tenaga kerja langsung yang digunakan dan overhead yang dibebankan dengan menggunakan satu atau lebih penggerak aktivitas.

C.                Arus Biaya Pada Akun
Tujuan : Mahasiswa mampu menggambarkan arus kas dan membuat ayat jurnal yang berhubungan dengan kalkulasi biaya pesanan.
            Ketika membahas arus kas, pembicaraan  mengarah pada cara memperlakukan biaya dari titik mana biaya terjadi ke titik mana biaya diakui sebagai beban pada laporan laba rugi. Dengan urutan sebagai berikut :
1.                   Akuntansi untuk bahan baku : akan mencatat transaksi yang berhubungan dengan pembelian bahan baku dan kemungkinan catatan barang dalam proses.
2.                  Akuntansi untuk biaya tenaga kerja langsung : akan mencatat transaksi yang berhubungan dengan pembebanan biaya tenaga kerja yang dikeluarkan sesuai dengan pengolahan bahan baku.
3.                  Akuntansi untuk overhead : overhead dibebankan kesetiap pekerjaan dengan menggunakan tariff yang dibebankan terlebih dahulu. Yang umum digunakan pendekatan ABC (Activity Based Costing) dengan penggunaan tarif tunggal. Dimulai dari pembebanan untuk tariff pabrik keseluruhan dan overhead aktual.
4.                 Akuntansi untuk barang jadi.
5.                  Akuntansi untuk harga pokok penjualan.
6.                  Akuntansi untuk biaya non manufaktur.
Back
to top